Postingan

Gerakan The (real) Pilah Sampah

Pernahkah kita mempertanyakan sebenarnya kemana sih sampah-sampah seperti bekas baterai jam, handphone , dan bahan-bahan kimia lainnya dibuang? Mayoritas pasti belum pernah memikirkannya karena yang biasa kita lakukan hanyalah membuang barang-barang seperti itu ke tempat sampah, setelah itu diambil oleh gerobak sampah , dibuang ke TPA, dan entah terbuang ke mana lagi . Nah, hal ini cukup memprihatinkan karena seharusnya kita menyadari bahaya dari membuang barang-barang yang mengandung zat-zat kimia berbahaya ini sembarangan tanpa dipilah terlebih dahulu. Jika saya melihat sistem pembuangan sampah di lingkungan tempat tinggal saya, jujur saya merasa sistemnya masih sangat buruk dan kurang terorganisir. Setiap rumah akan mengumpulkan seluruh sampah sehari-harinya, tanpa dipilah, kemudian jika ada gerobak sampah datang, sampah akan dikeluarkan dari rumah masing-masing. Sebagai anak muda yang aktif dalam media sosial dan melihat perkembangan negara lain, saya mulai berpikir kok bisa sih...

Proses Menemukan Mimpi & Mencintai Diri Sendiri

  Proses Menemukan Mimpi & Mencintai Diri Sendiri             Nama saya Nora Silvana. Hanya seorang perempuan berusia 17 tahun yang baru saja memasuki kehidupan dewasa. Melepas status “siswa” saya menjadi seorang “mahasiswa” merupakan suatu kesempatan dan juga tanggung jawab. Banyak hal yang saya lalui untuk bisa berada di posisi ini. Banyak juga pertarungan yang saya lakukan dengan diri saya sendiri untuk lebih mengenal dan menyayangi diri saya sendiri. Kata “diri saya sendiri” yang awalnya asing menjadi mulai terbiasa di telinga saya. Menurut saya, mencintai diri sendiri adalah hal yang sangat sulit pada saat itu, namun, saya rasa sekarang saya mulai mencintai diri saya sendiri.             Saya tidak terlahir di keluarga yang kaya. Bahkan, kedua orangtua saya tidak pernah merasakan bangku kuliah. Oleh karena itu, orangtua saya selalu bermimpi agar anak-anaknya ...

Fenomena loneliness di tengah Generasi Z

  Fenomena loneliness di tengah Generasi Z             Generasi Z yang lahir dan bertumbuh di tengah perkembangan teknologi, tak dapat dipungkiri, merasakan berbagai kemudahan dengan adanya teknologi dan maraknya media sosial. Namun, berkembangnya teknologi tak bisa dipungkiri berdampak pada kesehatan mental penggunanya. Pada tahun 2017, terdapat sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Preventive Medicine Amerika , mensurvei 7.000 orang yang berusia 19-32 tahun dan ditemukan bahwa mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami keterkucilan sosial, yang meliputi rendahnya rasa sosial, kurang hubungan dengan sesama dan menjalani hubungan dengan berarti. Dari studi tersebut dapat dilihat bagaimana teknologi ini bisa menimbulkan fenomena loneliness (kesepian).             Berdasarkan paparan permasalahan...